Dosen Kreator Video Hoax Huru-hara Ulang Tahun PKI Minta Maaf - IndoSumut Daily

Hot News

Sisihkan Donasi Terbaik Anda

Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Monday, May 13, 2019

Dosen Kreator Video Hoax Huru-hara Ulang Tahun PKI Minta Maaf

Baca Juga

Iwan Adi Sucipto, pengadu domba TNI dan Polri
Iwan Adi Sucipto, pengadu domba TNI dan Polri
INDOSUMUTDAILY.ONLINE Iwan Adi Sucipto, pria pembuat video provokatif tentang potensi huru-hara saat perayaan hari ulang tahun Partai Komunis Indonesia pada 22 Mei, meminta maaf kepada publik atas pernyataan-pernyataannya. 

Dia juga memohon maaf atas kata-kata kasarnya terhadap Kepala Polri yang berkaitan dengan pengamanan pemilu 2019.

Dalam sebuah rekaman video pula, Iwan mengaku khilaf telah berkata-kata tak pantas dan cenderung menghasut serta mengadu-domba itu. "... saya mohon maaf kepada kapolri apabila ada kata-kata saya kurang tepat memahami kaiatan apa yang bapak sampaikan tatkala upacara untuk pengamanan pemilu."
"Saya tidak ada niat mengadu-domba. Mohon dimaafkan atas kekeliruan dan kesalahan saya. Mudah-mudahan kita tetap bersatu bahwa TNI-Polri adalah mencintai rakyat dan membela rakyat."
"Dan ... saya mohon maaf sebagai ustaz tidak boleh mendoakan siapa pun orang apabila mendoakan yang buruk atau sesuatu yang tidak tepat sebagai ustaz."
Dosen STIE Yasmi Cirebon itu juga menyinggung sedikit tentang proses pemeriksaannya di Markas Polres Cirebon yang, menurutnya, justru berdampak baik kepadanya. "Sehingga saya belajar lebih baik menjadi ustaz yang betul-betul memberikan ketenteraman, kedamaian, kesejukan, bagi masyarakat Indonesia dan sekitarnya."
Pengacara anggap wajar
Pengacara Iwan, Ibrahim, mengapresiasi sikap kooperatif kliennya selama Polisi memeriksanya kemarin. Dia memastikan kliennya menjawab dengan jujur seluruh pertanyaan yang diajukan Polisi kepada kliennya.
Pada dasarnya, kata Ibrahim, kliennya tak berniat buruk atas pernyataan-pernyataan dalam video yang beredar di media sosial itu. "Beliau hanya mungkin merasa emosional, atau merasa terlalu semangat sebagai tim 02 (pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno), tentu beliau semangat. Tidak ada tujuan apa-apa," katanya setelah mendampingi kliennya diperiksa polisi di Markas Polres Cirebon, Senin malam, 13 Mei 2019.
Menurut Ibrahim, secara umum, pernyataan-pernyataan Iwan bermakna nasihat-nasihat kebaikan terutama kepada para pemimpin atau elite politik. Lagi pula, katanya, Iwan tak hanya pengajar atau dosen, melainkan juga kiai atau ustaz. "Apa yang beliau sampaikan itu wajar sebagai kiai dan ustaz. Semua adalah bahasa-bahasa pembinaan."
Namun, pada prinsipnya, Ibrahim mengklaim, kliennya sudah menyesali perbuatannya dan memohon maaf, sebagaimana Iwan sampaikan dalam videonya. Itu juga bukti bahwa Iwan bertanggung jawab sepenuhnya atas segala pernyataan dan perbuatannya.(vv)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Penarikan Hanya 30 Menit

https://www.weltrade.ru/?r1=ipartner&r2=6530
Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber