Menelusuri Lokasi Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak - IndoSumut Daily

Hot News

Sisihkan Donasi Terbaik Anda

Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Wednesday, April 10, 2019

Menelusuri Lokasi Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak

Baca Juga


INDOSUMUTDAILY.ONLINE - Seorang siswi SMP di Pontianak diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Lokasi penganiayaan ada dua.

Pertama di halaman parkir Aneka Pavilion Informa, Jalan Sulawesi, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan.
Dan lokasi kedua di sekitar Taman Akcaya, jaraknya hanya 800 meter dari Jalan Sulawesi. kumparan pada Rabu (10/4) mendatangi dua lokasi itu. Suasana Jalan Sulawesi tampak sepi.
Gedung dan rumah yang berada di setiap sisi jalanan itu bisa dihitung jari dan jaraknya berjauhan antara satu dengan yang lainnya. Selebihnya merupakan lahan kosong.
Lalu-lalang kendaraan yang melintas pun tidak riuh. Bisa dibilang tempat itu jauh dari pantauan warga sekitar. Halaman parkir Aneka Pavilion Informa, tempat di mana korban mulai dianiaya pada 29 Maret 2019, luasnya diperkirakan satu setengah kali lapangan bola.
Di parkiran itu, tidak ada penjagaan sama sekali. Petugas parkir juga tidak terlihat seperti di area perbelanjaan pada umumnya. Di lokasi itu, sama sekali tidak ada saksi yang melihat detik-detik saat korban dianiaya.
kumparan kemudian menuju lokasi lainnya, yaitu di sekitar Taman Akcaya. Usai dianiaya di halaman parkir Aneka Pavilion, korban yang saat itu dibonceng motor oleh sepupunya, sempat melarikan diri. Namun saat di sekitar Taman Akcaya, korban dicegat dan kembali dianiaya.
Salah seorang petugas keamanan Taman Akcaya, Ahmad (37), sedang bertugas saat penganiayaan itu terjadi. Ahmad mengatakan dia tidak tahu persis mulanya penganiayaan terjadi. Yang dia tahu, pada saat itu, sudah ada warga yang berkerumun melerai.



"Karena pada saat itu sama sekali tidak ada teriakan, jeritan dan sebagainya," ujar Ahmad. "Bahkan keributan pun tidak ada. Saya yang bertugas pada saat itu".
Namun Ahmad mengaku sebelumnya dia sempat melihat ada gerombolan anak SMP dan SMA di taman itu sekitar pukul 15.30 WIB. Ahmad tidak berpikir negatif. Karena menurut dia, taman itu memang biasa didatangi sekelompok pelajar di sore hari.
Ahmad kaget ternyata gerombolan siswi sekolah itu terlibat penganiayaan. Dia mengetahui penganiayaan itu saat warga ramai-ramai melerai. Selama dua tahun menjadi penjaga taman, kata Ahmad, baru kali ini insiden penganiayaan terjadi di Taman Akcaya.

Taman Akcaya jika malam hari juga dijadikan pasar kaget. Namun jika di pagi hari sampai sekitar pukul 17.00 WIB, taman itu sepi. Selain para siswa yang nongkrong di sana, tidak ada aktivitas apapun.(kpn)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Penarikan Hanya 30 Menit

https://www.weltrade.ru/?r1=ipartner&r2=6530
Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber