Adik Bunuh Kakak, Terdakwa: Biasanya Mengalah Ini Sudah Habis Kesabaran Saya - IndoSumut Daily

Hot News

Sisihkan Donasi Terbaik Anda

Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Wednesday, April 3, 2019

Adik Bunuh Kakak, Terdakwa: Biasanya Mengalah Ini Sudah Habis Kesabaran Saya

Baca Juga

 Jup alias Od alias Un terdakwa kasus pembunuhan saat di Pengadilan Negeri Sampit
Jup alias Od alias Un terdakwa kasus pembunuhan saat di Pengadilan Negeri Sampit
INDOSUMUTDAILY.ONLINETerdakwa Jup alias Od alias Un mengaku sudah sering kali mengalah dengan kakak kandungnya San alias At yang tewas di tangannya setelah ia bacok.
"Biasanya mengalah. Ini sudah habis kesabaran saya, tidak tega melihat ibu diperlakukan seperti itu," kata terdakwa di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Muslim Setiawan dan JPU Kejari Kotim, Didiek Prasetyo Utomo, Selasa (2/4/2019).
Menurut terdakwa ia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya saat itu setelah mendengar kakaknya marah-marah dengan orangtuanya sambil mencari dirinya.
"Apa yang terpikir saat itu," tanya hakim kepada terdakwa.
Terdakwa beralasan tidak terpikir sama sekali bakal menghabisi saudaranya itu secara sadis. Bahkan dari beberapa kali pertikaian dengan korban mereka tidak pernah melaporkannya ke polisi. Termasuk saat korban mengancam dirinya.
"Saya tahu saja kalau saya arahkan ke dia pasti melukainya. Tapi waktu itu emosi tidak bisa saya tahan lagi," tegasnya.
Terdakwa menuturkan kejadian pada Jumat (4/1/2019) sekitar pukul 17.00 Wib berawal saat korban datang ke pondok dekat pohon sawit Desa Wonosari, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotim dalam kondisi mabuk.
Di situ korban marah-marah menyebut nama binatang ke arah ibunya. Setelah itu ia mendatangi ayahnya berupaya mengambil parang ketika ayahnya saksi Thamrin sedang membersih rumput namum tidak berhasil.
Ia mencari terdakwa dan menuduh terdakwa merusak motornya. Saat datang terdakwa menyangkalnya. Ia merasa tidak pernah merusak terlebih menggunakan motor korban.
Korban semakin marah masuk dari belakang mau mengambil parang namun duluan diambil terdakwa. Saat itu korban menantangnya berkelahi dan menyuruh terdakwa membacoknya hingga terjadi pembacokan itu, korban tewas ditempat. (bn)



Korban semakin marah masuk dari belakang mau mengambil parang namun duluan diambil terdakwa. Saat itu korban menantangnya berkelahi dan menyuruh terdakwa membacoknya hingga terjadi pembacokan itu, korban tewas ditempat. (NACO/B-5)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Penarikan Hanya 30 Menit

https://www.weltrade.ru/?r1=ipartner&r2=6530
Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber