Ketua DPR RI Serahkan Bantuan Benih Jagung untuk Kelompok Tani Kebumen - IndoSumut Daily

Hot News

Sisihkan Donasi Terbaik Anda

Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Friday, March 1, 2019

Ketua DPR RI Serahkan Bantuan Benih Jagung untuk Kelompok Tani Kebumen

Baca Juga

Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Kabupaten Kebumen
Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di Kabupaten Kebumen
INDOSUMUTDAILY.ONLINEKetua DPR RI Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan 11.025 kilogram benih jagung untuk luas lahan tanam mencapai 735 hektare kepada 50 kelompok tani di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Benih tersebut diharapkan bisa meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Kebumen, sehingga membantu pencapaian target produksi jagung nasional tahun 2019 sebesar 29,3 juta ton.


Dengan prediksi tingkat konsumsi jagung nasional sebesar 23,25 juta ton, tahun 2019 ini diharapkan Indonesia bisa surplus 6,68 juta ton jagung.
"Semboyan 'Bhumitirta Praja Mukti' yang melekat pada Kabupaten Kebumen punya pesan mendalam bahwa tanah dan air untuk kesejahteraan bangsa dan rakyat. Suburnya alam yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa tidak boleh kita siakan menjadi lahan tidur. 
BACA JUGA:

Walaupun kondisi panas terik dan musim kemarau, petani bisa 'membangunkan' lahan tidur usai panen padi dengan menanam jagung," ujar Bamsoet saat acara Panen Padi Gogo dan Penyerahan Bantuan Benih Jagung Hibrida di Desa Waluyo, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (01/03).
Turut hadir dalam acara ini, antara lain Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede, Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf. Zamril Philiang, Kajari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Pudjirahayu, serta kelompok tani penerima bantuan benih jagung.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini meyakinkan para petani bahwa mitos yang selama ini beredar tentang lahan yang ditanami jagung akan tandus atau cengkar adalah tidak sepenuhnya benar.
Selama bercocok tanamnya baik dan benar, menanam jagung tidak akan merusak lahan. Malah justru bisa mengoptimalkan lahan dan memberikan pemasukan tambahan kepada petani.
"DPR RI selalu meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian agar selain memberikan bantuan fisik berupa benih, pupuk, dan irigasi, juga memberikan bantuan non fisik berupa pembinaan ilmu kepada para petani. Kehadiran 31.500 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tersebar di berbagai desa, yang akan ditingkatkan secara bertahap menjadi 74.000, diharapkan bisa membina petani menjadi lebih baik lagi, terutama dalam memanfaatkan lahan tidur," jelas Bamsoet.
Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan bahwa Sistem Informasi Monitoring Pertanaman Padi (Simotandi) dan citra Satelit Landsat-8 Kementerian Pertanian di tahun 2018 menampilkan lahan tidur Kabupaten Kebumen mencapai 13.011 hektare yang tersebar di 26 kecamatan.
Lahan itu tentunya akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan, misalnya dengan melakukan sistem tumpang sari padi dengan jagung,
"Sistem tumpang sari memanfaatkan lahan tidur sebenarnya sudah sukses dijalankan di beberapa kecamatan di Kabupaten Kebumen. Antara lain di Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren, Petanahan, Klirong, Buayan, Rowokele, dan Sempor. Diharapkan Kabupaten Kebumen bisa segera melakukan panen raya jagung seluas 1.057 hektare dengan perkiraan produksi mencapai 4.570 ton pipilan kering," jelas Bamsoet.
Jika langkah tersebut sukses, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap agar petani di daerah lainnya bisa terinspirasi.


Data Kementerian Pertanian melaporkan setidaknya ada 24 juta hektare lahan kering dan 15 juta hektare lahan rawa yang punya potensi untuk dimanfaatkan. 
"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas lahan pertanian Indonesia di tahun 2018 hanya mencapai 7,1 juta hektare. Jika di beberapa lahan tersebut bisa menjalankan sistem tumpang sari, produktivitas pertanian nasional akan melesat tajam. Ditambah dengan adanya pemanfaatan lahan kering dan lahan rawa, tak menutup kemungkinan, di tahun 2045 Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," pungkas Bamsoet.(vv)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Penarikan Hanya 30 Menit

https://www.weltrade.ru/?r1=ipartner&r2=6530
Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber