Debat Capres, Paslon Diminta Tak Dibatasi Bahas Kasus HAM - IndoSumut Daily

Hot News

Sisihkan Donasi Terbaik Anda

Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Wednesday, January 16, 2019

Debat Capres, Paslon Diminta Tak Dibatasi Bahas Kasus HAM

Baca Juga

Prabowo dan Jokowi saat debat Pilpres 2014 yang lalu.
Prabowo dan Jokowi saat debat Pilpres 2014 yang lalu.
INDOSUMUTDAILY.ONLINEDebat pertama calon presiden dan wakil presiden pada Kamis, 17 Januari 2019, besok, bertemakan hukum, korupsi, terorisme dan hak asasi manusia.

Direktur Imparsial, Al Araf, berharap jika kasus per kasus bisa dibahas dalam debat tersebut.

"Buat saya, di ruang perdebatan itu diskusikan saja, semua hal mulai dari A, B, C. Orang namanya debat, enggak usah dibatasin. Enggak usah ngomong kasus, jangan, ngomong saja. Jadi KPU, panelis, juga enggak perlu membatas-batasi," kata Al Araf di Tebet, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.
Menurut dia, hal itu agar kedua pasangan calon bisa saling mengklarifikasi kasus yang menyita perhatian publik. Jokowi bisa menanyakan soal isu penculikan ke Prabowo dan Prabowo bisa mengklarifikasi jika tak terlibat. Begitu juga sebaliknya.
"Sebaliknya, Pak Prabowo kan juga bisa nanya ke Pak Jokowi: sepanjang bapak menjadi presiden, apa yang bapak selesaikan dalam proses pelanggaran HAM. Sama. Ya balik dong bertanya," ujarnya.
BACA JUGA:

Dia menilai, keterbukaan itu bisa menunjukkan kualitas debat yang sehat. Sehingga katanya masyarakat bisa melihat calon pemimpinnya dalam wujud yang sesungguhnya. "Sehingga kita ingin melihat presiden yang benar-benar terlihat oleh publik. Enggak bertopenglah," kata dia.
Menurut Al Araf, jika perdebatan hanya berjalan di ranah normatif, maka acara debat itu menjadi percuma. Perdebatan kasus per kasus menurutnya bisa membuat kedua paslon saling melontarkan ide dan solusinya.
"Kalau kita berdebat di ranah normatif, 'Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu menghormati HAM', enggak perlu debat, baca saja undang-undang, baca saja konstitusi. Justru debat itu harus bisa saling menghadirkan ide dan gagasan baru. Kasus pelanggaran HAM ada banyak, pertanyaannya gimana solusinya masing-masing kandidat." (vv) 

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Penarikan Hanya 30 Menit

https://www.weltrade.ru/?r1=ipartner&r2=6530
Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber